Sekapur Sirih, Selungkong Pinang
Radio merupakan salah satu media yang sangat efektif untuk menyebarkan informasi. Penyampaian informasi yang dilakukan melalui media radio mempunyai kelebihan – kelebihan yang memberikan nilai lebih tersendiri terhadap karakteristik radio tersebut. Kelebihannya antara lain menjaga mobilitas maksudnya dalam pelaksanaan siarannya radio tetap menjaga mobilitas pendengar untuk tetap tinggi , karena radio dapat didengar tanpa harus menghentikan aktfitas pendengarnya, Sumber informasi tercepat maksunya jika dibandingkan dengan media lainnya radio lebih cepat penayangannya, sehingga cepat juga dalam penayangannya contoh repotase langsung.
Radio juga mempunyai kelebihan komunikasi personal yang akan sangat menguntungkan untuk menciptakan keakraban antara radio dengan pendengarnya. Dan kelebihan yang paling kuat adalah Radio dapat menciptakan “Theatre Of Mind” karena kekuatan utama radio adalah suara . Suara menimbulkan imajinasi yang bisa mempengaruhi pendengar sehingga bisa melahirkan fanatisme positif terhadap stasiun radio yang bersangkutan. Kelebihan lainnya format dan segmentasi tajam dan daya jangkau luas terutama untuk meraih areal sasaran yang luas, karena teknologinya memungkinkan untuk mengatasi hambatan geografis, cuaca maupun waktu.
Berdasarkan catatan-catatan kelebihan media radio tersebut maka sebagai media pendukung untuk melakukan penyebaran informasi dalam lingkungan Pancur Kasih yang berkonsentarsi terhadap pemberdayaan masyarakat berdirilah RAMA (Radio Suara Masyarakat Adat) dengan frekuensi 107,9 FM. Pemberdayaan masyarakat akan semakin lengkap bila didukung oleh media komunikasi yang memadai, karena sebaik apapun kegiatan kalau tidak terpublikasi dengan baik dan cepat maka tidak akan efektif untuk mengubah keadaan yang kita harapkan. Keberadaan RAMA sangat perlu , untuk memobilisasi dan menyebarkan gagasan pembebasan pemberdayaan terutama Masyarakat Adat.
Diskusi untuk melahirkan radio sudah berjalan sejak tahun 2003, diskusi non formal ini muncul dari kalangan aktivis yang ada dalam lingkungan Pancur Kasih dengan pengagas awal aktivis Institut Dayakologi (ID) dan Pemberdayaan Otonomi Rakyat (POR). Harapannya, gerakan pemberdayaan memiliki media elektronik sebagai pusat distribusi informasi. Ide awalnya para pengagas menghendaki radio swasta, agar siaran, program serta pendanaannya bisa dioptimalkan. Dalam penjajakan terhadap ketersediaan kanal, kanal untuk radio swasta di Kota Pontianak sudah penuh, tapi ada peluang dikanal radio Komunitas.
Peluang ini mendorong teman-teman di ID salah satunya Surjani Alloy untuk mengundang teman-teman dilingkungan Pancur Kasih guna mendiskusikan soal radio pada bulan juli 2004. Melalui lebih dari 4 kali pertemuan disepakatilah Segerak – Pancur Kasih mendirikan radio Komunitas, yang kemudian diawali dengan pembentukan organisasi dengan nama Perkumpulan untuk Media Komunikasi Masyarakat Adat.
Setelah organisasi terbentuk, diadakan diskusi untuk penamaan radio dan disepakati penggunaan nama RAMA (Radio Suara Masyarakat Adat). Dalam bahasa daerah dayak Kanayant RAMA berarti rindang / teduh. Menindaklanjuti itu dibuatlah susunan pengurus radio komunitas RAMA, dengan berbagai pembagian tugas untuk menjajaki kemungkinan dan pendanaan. Sementara Pendanaan awal untuk membangun fisik RAMA, dilakukan dengan cara menarik iuran dari lembaga-lembaga di Segerak – Pancur Kasih
B. Perkembangan RAMA
Keberadaan RAMA juga berfungsi untuk menyebarluaskan informasi alternatif tentang pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, hukum kritis, revitalisasi dan restitusi budaya serta hak-hak masyarakat adat, pendidikan kritis dan demokratisasi, peace building dan rekonsiliasi hiburan kritis dan revitalisasi seni budaya. Pada Agustus 2004 dimulailah pendirian fisik Radio, dari sarana siaran, perijinan serta manajemen pelaksana hariannya.
Permohonan yang dibuat yaitu penggunaan frekuensi 107,9 FM dan kanal 202. hingga kini RAMA telah melewati berbagai proses untuk mendapatkan ijin penggunaan frekuensi 107,9 FM. Terakhir RAMA sudah melewati proses Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) yang diadakan oleh KPID kalbar dengan hasil sangat baik (A) serta sudah mendapatkan rekomendasi layak siar dari KPID provinsi Kalbar, langkah terkahir RAMA tinggal menunggu terbitnya ijin penyiaran dari Menkominfo.
Semula manajemen pelaksana harian RAMA adalah para para aktivis dari lembaga-lembaga yang tergabung dalam Segerak – PK. Namun karena para aktivis memiliki kesibukan maka aktivitas manajemennya pelaksana hariannya hanya dapat bertahan selama 1 bulan. Dalam kevakuman tenaga manajemen pelaksana harian dewan pengurus RAMA memutuskan merekrut tenaga penyiar baru dengan bayaran perjam siaran. POR yang merupakan salah satu inisiator pendirian RAMA setuju untuk memberikan suntikan dana Oprasional. Sejak awal tahun 2005 RAMA resmi dikelola oleh manajemen pelaksana harian tetap.
Selama beberapa tahun bersiaran RAMA hadir sebagai satu-satunya radio komunitas yang menyebarluaskan: Informasi alternative tentang pengelolaan sumber daya alam, revitalisasi dan restitusi ragam budaya, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, serta meningkatkan budaya kritis masyarakat adat, guna menambah wawasan, menuju masyarakat adat yang harmonis dalam lingkaran saling memahami dan menghargai perbedaan.
C. Segmentasi pendengar dan penyebarannya
Segmentasi pendengar terdiri dari berbagai usia, semua suku dan agama, yang ada dalam jangakauan Radio RAMA. Mengingat RAMA merupakan radio yang didirikan dengan latar belakang komunitas maka jangkauannya tidak seluas radio swasta, namun pendengarnya tidak kalah banyak dengan radio swasta, yaitu kurang lebih 700 jiwa pendengar setia yang tersebar dalam beberapa walayah seperti, Pontianak Utara, Pontianak Timur, Pontianak barat, Sungai selamat, sebagian Ambawang, serta sebagian wilayah Jungkat dan sekitarnya (data tersebut berdasarkan hasil survey melalui atensi pendengar yang masuk ke RAMA).
Bagi pendengar fanatik yang berada diluar kota Pontianak, mereka berinisiatif untuk menggunakan antena khusus yang dimodifikasi, hal itu mereka lakukan agar bisa mendengarkan siaran RAMA (sesuai dengan pengakuan pak inam yang tinggal dianjungan). Dan tidak jarang pendengar RAMA masuk dari bebagai wilayah seperti Mempawah, Singkawang, Landak, mereka mengaku memperoleh siaran RAMA dengan cara menaruh antena radionya ditempat yang lebih tinggi.
Segmentasi pendengar terdiri dari berbagai usia, semua suku dan agama, yang ada dalam jangakauan Radio Komunitas RAMA. Mengingat RAMA merupakan radio yang didirikan dengan latar belakang komunitas maka jangkauannya tidak seluas radio swasta, namun pendengarnya tidak kalah banyak dengan radio swasta, yaitu kurang lebih 700 jiwa pendengar setia yang tersebar dalam beberapa walayah seperti, Pontianak Utara, Pontianak Timur, Pontianak barat, Sungai selamat, sebagian ambawang, serta sebagian wilayah jungkat dan sekitarnya (data tersebut berdasarkan hasil survey melalui antensi pendengar yang masuk ke RAMA). Bagi pendengar fanatik yang jauh mereka rela memanjat pohon dan memasang antena radionya diatas pokok kayu, hal itu mereka lakukan agar bisa mendengarkan siaran RAMA (sesuai dengan pengakuan pak inam yang tinggal dianjungan). Dan tidak jarang pendengar RAMA masuk dari bebagai walayah seperti mempawah, singkawang, landak, mereka mengaku memperoleh siaran RAMA dengan cara menaruh antena radionya ditempat yang lebih tinggi.

1 komentar:
wwwwweeeeeiiiiii
harmoni budaya sejiwa dalam suara
loook my blog at ullekan.blogspot.com
ne ghana
Poskan Komentar